Jabatan baru : Dokter Pendidik Klinik

Batas Usia Pensiun (BUP) seorang dokter yang menduduki Jabatan Fungsional Dokter adalah 60 tahun. Seorang dokter akan otomatis berhenti sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada saat berusia 60 tahun. Untuk sebagian besar TS para dokter dirasakan masih mempunyai kemampuan dan kekuatan untuk mengabdi. Terutama untuk Dokter Spesialis yang bekerja di RS Pendidikan. Timbul suatu problem : Dampak dari kebijakan masa lalu yaitu ” Zero growth population untuk PNS ” mengakibatkan kaderisasi terhambat atau bahkan berhenti…. Dirasakan tenaga dosen di RS Pendidikan semakin berkurang karena memasuki usia pensiun. Proporsi sudah mulai terbalik : Dosen uang berasal dari Departemen Pendidikan Nasional( Depdiknas) lebih sedikit dibanding Dokter Spesialis yang bersal dari Departemen Kesehatan (DepKes). Fenomena ini dirasakan sebagai suatu hal krisis yang mendesak oleh Pengurus dan Anggota Ikatan Rumah Sakit Pendidikan Indonesia ( IRSPI) saat itu. Berbagai upaya dilakukan untuk mengoptimalkan tenaga dokter spesialis dari Dep Kes antara lain dengan memperpanjang BUP nya. Perjalanan dan perjuangan panjang ini dimulai lebih dari 5 tahun lalu, dengan melalui berbeagai diskusi dalam rapat, Seminar dll.Alhamdulillah dengan keluarnya Peraturan Presiden ( PP) no 24/tahun 2009 tentang BUP Dokter Pendidik Klinik sudah jelas dan terjawab.
Persoalan nya sekarang adalah impassing ke jababtan fungsional baru tersebut bagi para Dokter Spesialis yang senior dan sudah barang tentu pertanyaan :: APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN DALAM DARMA BAKTI KITA DI RS PENDIDIKAN INI ? tentu nya waktu dan kinerja kita yang akan menjawab.

Share
You can leave a response, or trackback from your own site.

8 Responses to “Jabatan baru : Dokter Pendidik Klinik”

  1. dc.V3 says:

    untuk kebutuhan dokter pendidik klinik sendiri bila dihubungkan dengan program pengembangan pendidikan sungguh problem yang sulit untuk diselesaikan…..satu fihak kebutuhannya didasarkan atas kesesuaian dengan jumlah kunjungan pasien (seperti yang bapak sampaikan), difihak lain untuk pengembangan program pendidikan kita membutuhkan tenaga pendidik yang lebih banyak…..

  2. mskosim says:

    Tks comment Fit.
    Justru itu kita dituntut untuk dapat menghitung dengan cermat berapa sebetulnya kebutuhan atau formasi Jabatan Dokter Pendidik Klinik … Kalau memang sebuah RS Pendidikan dengan pelayanan dan pendidikan yang volume kegiatan nya besar tentu memerlukan Dokter pendidik Klinik yang jumlah nya besar pula. Tapi kalau volume kegiatan yang mempunyai indikator antara lain kunjungan pasien dan BOR yang rendah, apakah perlu Dokter pendidik klinik yang banyak ?; Tentunya tidak khan ??

  3. Rh Budhi Muljanto says:

    Saya sudah terima PAK dari FK UNS untuk dapat diangkat dalam jabatan fungsional Dokter Pendidik Klinis. Masalahnya lalu harus bagaimana untuk kami yang pegawai daerah, apakah harus melimpah menjadi pegawai pusat (depkes/depdiknas)? Tampaknya belum jelas benar nasib kami, padahal usia sudah hampir 60 nih.

    Adakah informasi selanjutnya?

    Memang sudah ada PERATURAN BERSAMA
    MENTERI KESEHATAN
    DAN
    KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
    NOMOR 1201/MENKES/PB/XII/2009
    NOMOR 20 TAHUN 2009
    TENTANG
    PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL
    DOKTER PENDIDIK KLINIS DAN ANGKA KREDITNYA

  4. mskosim says:

    Asal di RS Pendidikan dpt diproses. Segera impasing kmd ajukan ke DepKes. Tdk perlu pindah atau melimpah

  5. budie says:

    wah lengkap-lengkip> Kami cuma nagih kapan nih inpassing utk kita semua bisa diselesaikan. Selamat berdarma bakti dan berjuang Smile Smile

  6. budie says:

    Foto foto yang bersama2 kita mana dong ?? Big Frown

  7. mskosim says:

    He he he bingung je mau milih yg mana yg pas

  8. mskosim says:

    Sgra pak mulai Pebruari sd Sept proses impassing

Leave a Reply

Click to Insert Smiley