Kapan bangsa tercinta ini punya disiplin berlalu lintas ?

Pertanyaan ini muncul saat melewati pembangunan “fly over ” di kota penulis. Sudah hampir setahun proyek ini berjalan dan sudah dapat dibayangkan bagaimana ” kaca balau ” nya lalu lintas di sekitar area tersebut

Pagi tadi kembali melewati daerah rawan macet tersebut .Nah benar, penulis buru buru dikejar waktu, ketemu dengan jalan buntu alias macet total. Bagaimana tidak macet ??. Lampu lalu lintas (LL) ada, menyala dan berfungsi, ktetapi kenapa kemacetan terjadi dan ” chaos” LL pun muncul…

Rupanya ada beberapa pengendara speda motor dan mobil yang tidak disiplin, mereka melanggar LL itu, kemudian diikuti oleh pengendara lain yang tidak disiplin dan tidak sabar , jadilah…… semua maju semua ingin cepat tanpa mengindahkan dampak nya: Macet total….. Petugas Polisi LL rupanya tidak berdaya atau tidak pedulii…….

Kalau melihat keadaan seperti ini rasa nya sedih sekali hati ini…. Bagaimana tidak ?? Ada pepatah yang mengatakan : Budaya sesuatu bangsa dapat dilihat dari bagaiman mereka berlalu lintas ????…… Menangis dalam hati ….. Telah 67 tahun kita merdeka…… Tapi berlalu lintas yang tertib saja tidak mampu. Jangankan di bandingkan dengan ” developped countries “, dengan negara jiran, tetangga dekat saja kita tidak berani bersaing……. Tanggung jawab siapa nih ? Tanggung jawab kita semua

Semarang 18 Juni 2012

Share

Kelahiran Cucu ke 3 seorang Bayi laki laki

Kehadiran seorang cucu yang sehat tentu sangat diharapkan oleh pasangan kakek dan nenek. Awal bulan ini adalah “due time “  kehamilan menantu kami . Perasaan dag dig dug atau hati berdebar debar menanti kelahiran nya, apalagi kehamilan nya sudah 40 mingu dan belum ada kontraksi his yang kuat . Dokter Spesialis Obstetri Ginekolgi nya menganjurkan untuk dilakukan partus induksi atau partus percobaan yaitu dengan memberi infus dan obat Oksitosin untuk merangsang kontraksi rahim. Konon dampak dari obat ini akan terasa sangat sakit bagi sang ibu. Beberapa teman sejawat menganjurkan kenapa tidak langsung saja operasi Bedah sesar saja karena partus induksi sangat sakit. Sang Menantu memilih partus induksi saja karena ingin melahirkan secara alamiah, meskipun sekarang lagi nge  trend dikalangan ibu muda.

Akhirnya jadi dilakukan partus induksi meskipun kesakitan. Kami pasangan kakek nenek menunggu di Rumah Sakit sebentar kemudian karena kondisi pasca recovery kami menungu di hotel yang ada di depan Rumah Sakit. Perjalanan pembukaan jalan lahir terasa lambat , kurang sesuai dengan kurve partograf. Setelah pembukaan 6 cm , kulit ketuban dipecah, dan dilakukan episiotomi, maka pembukaan berjalan lancar. Pada jam 7,00 pagi setelah hampir 10 jam diinduksi , alhamdulillah lahir lah Cucu kami seorang Bayi Laki laki  dengan Berat lahir 340 gram, Panjang Badan 49 cm dan Skor Apgar 7 9 10, karena terjadi lilitan tali pusat. Rasa syukur kami pada Mu ya Allah, dengan harapan ccu kami ini akanTumbuh Kembang Optimal, menjadi anak yang sholeh, Ahli ilmu, Ahli Taqwa dan Ahli Qur’an. serta menambah kebahagiaan dan kebanggaan kami. Amiin

Share

MUDIK = MACET ????

Acara rutin setiap tahun sesudah Puasa Ramadhan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah “ mudik “ atau pulang kampung.  Kembali berkunjung ke Kampung Halaman u ntuk tujuan utama ber silatur rahmi  Acara ini mengasyikkan karena lebih kea rah pemenuhan kebutuhan emosional spiritual yaitu ketemu sanak saudara dan berziarah  ke Makam para leluhur. Upaya mudah adalah niatan luhur  namun kadang kadang menjadikan rasa tidak nyaman karena terjebak macet di jalan atau berdesak desakan di kereta dan kapal laut atau penyeberangan  antar pulau.

Acara ini adalah acara masal yang terdiri dari banyak orang, pada masa atau kurun tertentu dengan mobilitas yang sangat tinggi. Memang tidak mudah mengurus nya  bukan tidak mustahil untuk menangani nya…. Dulu pernah almarhum Presiden Sukarno menganjurkan untuk acara Mudik ini diganti dengan acara lain missal nya pas Hari Proklamasi atau akhir tahun. Sudah barang tentu tidak mendapatkan respons dari masyarakan karena suasana Mudik Lebaran lebih melibatkan emosi – spiritual yang beda dengan hari hari lain….. Mungkin analogi hampir  sama bagaimana Pemerintah Saudi Arabia mengelola Masalah Haji : yait kumpulan massa yang banyak, dengan banyak problem dan mobilitas sangat tinggi…. Memang sulit tapi pelan pelan tapi pasti sudah ada beberapa perubahan yang kini dapat dinikmati oleh para Jamaah Haji sekarang, missal nya Bandara King Abdul Aziz, penginapan, transportasi dan lain lain.

Pengalaman terakhir penulis adalah Lebaran tahun ini 1432 H. Acara Mudik diisi kunjungan ke Jepara pada Hari H dan ke Solo hari H + 1….. Subhanallah, dari berita berita yang masuk Semarang Salatiga bisa sampai 4 jam. Kalau bersama driver kami putus kan untuk lewat Purwodadi langsung ke Solo dengan prediksi tidak macet,,,,….. Namun apa yang terjadi. Saat berangkat dari Semarang ke Purwodadi lancar tapi Purwodadi ke Solo, padat merayap…. Pulang nya H + 2 Subhanallah Allahu Akbar….. Padat plus macet bukan main…. Kenapa ini bis aterjadi ? Karena buangan arus mobil dari Solo yang mau ke Semarang di buang ke Purwodadi dan setelah dari Purwodadi, Astaghfirullah…… Kendaraan bermotor atau sepeda motor begitu banyak, dan tanpa aturan melenggang dengan bebas ke  tengah ruas jalan jadi menghambat laju mobil. Begitu setiap ada lampu merah dan pasar, mesti terjadi kemacetan yang kalau dijumlah dari Solo ke Semarang juga lama : 5 jam.    Astaghfirullah…….

Masalah mudik misal nya dikelola dengan baik dengan niat tulus untuk membuat nyaman masyarakat tentu dapat dilaksanakan , antara lain :

  1. Menambah fasilitas dan sarana infra struktur :
    1. perbaikan bandara, pelabuhan dan terminal
    2. menciptakan system transportasi dengan pengadaan Mass Rapid Transport  = Angkutan missal cepat yang nyaman dan aman
    3. Menambah luas nya jalan dengan menambah ruas jalan tol
  2. Membuat peraturan peraturan , antara lain :
    1. bahwa pengaedara speda motor tidak boleh melaju dengan bebas nya di jalan raya bercampur dengan kendaraan roda empat yang lain, dengan membuat jalur khusus speda motor
    2. pajak kendaraan bermotor yang lebih tua dinaikkan semakin tua semakin mahal sehingga  tidak semua kendaraan tua melaju di jalan raya
    3. system reservasi atau pemesanan tiket yang baik dengan “ on line “ sehingga sedari dini ca;lon pemudik sudah diberitahu kalau dia dapat tempat atau tidak dalam 1 kendaraan angkut sehingga dia bisa memesan alternatip kendaran yang lain

Prasyarat semua ini tentu nya  adalah Pemerintahan yang bersih dan berwibawa, tidak Corrupt Government karena kalau tidak masalah ini akan selalu tertunda tunda mengingat banyak kepentingan : politik, financial dsb.

Semoga Pemerintah dan seluruh mmasyarakat sadar masalah Mudik ini dan menjadikan Mudik yang menyenangkan. Amien

Share

KENANGAN DI MALAM TAKBIR

Seorang anak kecil di kampung

Sekitar lima dasa warsa  lalu

Saat itu suara Takbir menggema

Dari Langgar atau musholla di  depan rumah

Ikutlah si anak dalam keriuhan syahdu itu

Memukul kotekan dan bedhug

Berteriak riang  bersama bocah sebaya

Sampai larut malam

Sementara di rumah Sang Ibu dengan tekun

Ditemani Yu Tirah pembantu setia kami

Beliau berdua dengan cermat siapkan

Hidangan yang akan di santap besok pagi

sebelum dan sesudah  sholat Iedul Fitri

Dengan kantuk namun semangat Sang Ibu memasak

Lontong , opor dan sambel goreng ati

Hidangan khas andalan keluarga kami

Tak terbayang bagaimana “ sayah “ nya

Namun Ibu masih menyungging senyum

Belaiau lakukan ini tahun demi tahun

sejak  masih bersama Bapak  atau kala sudah sendiri

Saat Bapak masih ada sering digoda dengan canda

Sang Ibu tersenyum, kadang cemberut

Namun tersirat bagaimana beliau berdua saling kasih

Setelah masak di dapur kami yang kuno dan luas itu

Ibu segera mengatur kue kue kering di atas meja

Kadang dipanggil nya daku dan para kemenakan membantu

Saat sudah punya menantu pun dipanggilnya juga

Bapak adalah tetua dan di tua kan di kampung kami

Banyak saudara, kerabat dan tetangga akan dating bersilatur rahmi

Setelah sholat Ied

Meskipun “ sayah “ dan ngantuk , Ibu masih mengembangkan senyum

Hangat menyambut para tamu

Kenangan indah itu setiap tahun dating menghampiri

Setuap ungkapan takbir dan tahlil yamg melantun

Tentu ada sebuncah hati yang rindu, ada air mata mengembang

Di dua mata ku

Ya Rabb, ampuni dan rahmati Ibu dan Bapak ku

Semoga Kau terima beliau di Kebun Surga Mu

Sambil menunggu Hari Akhir nanti. Amien

Wologito Semarang  Malam Takbir 1 Syawal 1432 H

MS Kosim

Share

CATATAN DI AKHIR RAMADHAN 1432 H

Akhir Ramadhan merupakan akhir perjalanan  3 etape. : sepuluh hari terakhir adalah pembebasan diri dari api neraka….. Suatu “ iming iming dari Allah SWT,   tapi apakah aku bisa meraih nya….. Seandainya aku bisa laksana seorang bayi yang baru lahir dari rahim ibu yang masih bersih suci dari segala dosa dan noda, tentu akan mau dan ikhlas kalau Allah memanggil ku… Tapi kalau belum bisa aku mencapai itu, kami mohon ya Allah beri aku kesempatan untuk memperbaiki diri, untuk bisa bertemu lagi dengan Ramadhan Mu dan Ramadhan ku di tahun depan dan berikan daku kekuatan dan kesehatan dapat melaksanakan ibadah Ramadhan lagi . Amien

Ya Allah selama setahun Ramadhan sejak Ramadhan lalu aku dan kami sekeluarga telah Engkau beri rahmat dan kenikmatan yang begitu banyak sehingga kami tak sanggunp membilang nya antara lain : kami dapat melakukan Umrah Ramadhan, dapat mengikuti Kongres International Pediatrics di Johannesburg Afrika Selatan, kami diberi kesempatan untuk menikahkan si Bungsu dengan pilihan nya yang kami setujui dan banyak lagi yang lain….. Namun kami Engkau coba pula dengan berbagai cobaan yang tak perlu aku sebut di sini, namun menjadi catatan bagi kami “ apakah ini ujian dari Mu agar kami bisa naik kelas ataukah ini peringatan atau “ jeweran “ dari Mu karena  kami lengah dan banyak berbuat kesalahan…. Apapun itu ya Rabb, Yang Maha Pengampun dan Suka Memberi ampun, Ampunilah daku…. Aku mohon pada Mu Ridho dan Surga Mu dan aku berlindung pada Mu dari kutukan dan Neraka Mu . Ya Yang Maha Mulia.  Amien

Semarang malam 1 Syawal 1432 H bertepatan dengan 30 Agustus 2011

MS Kosim

Share

Akhir nya berbeda

Sidang Itsbat Kementerian Agama memutuskan bahwa 1 Syawal 1432 H jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011 senagkan Pengurus Muhammadiyah memutuskan hari Selasa 30 Agustus 2011. Sidang barang tentu sebagian besar umat bingung mau pilih mana ???. Sebagai awam tentu nya tidak perlu bingung : tinggal milih salah satu  mana yang diyakini dengan mantap. Bagi yang mengikuti Ahli Hisab, meski ada yang bilang kalau tidak menguasai ilmu Hisab jangan ikut ikutan, menurut saya itu tidak benar. Karena kalau ada fatwa atau keputusan, user nya adalah ummat. Ummat yang dibekali dengan ilmu, akal dan budi dia bisa berpikir dan mempertimbangkan. Istilah Islam nya ber ijtihad. Menurut dalil para ulama Ijtihad kalau salah sudah dapat point 1 sedangkan kalau benar dapat point 10. Sedangkan yang ikut Pemerintah boleh memakai dasar :”  wa ulil amri minkum”  Ikut pemerintah. Ini juga ijtihad kalau betul dapat 10 points kalau salah dapat 1 dan dosa ditanggung Pemerintah karena salah mengambil keputusan.

Berbeda itu rahmat bagi Ummat. Bila ada beda maka Pemerintah sebagai Hakim nya… Memang begitu tetapi apa betul semua beda atau ikhtilaf tidak dapat bertemu, ditemukan atau dibuka pintu dialog ????

Suatu tantangan ke depan dan yang harus muncul ke permukaan adalah rasa persatuan dan kesatuan ummat yang harus menjadikan bahan prtimbangan

Semarang 29 Agustus 2011

MS Kosim

Share

LIKUR 9 RAMADHAN 1432 H

Malam likur 9 atau likur ganjil terakhir

di Ramadhan tahun ini, juga terasa istimewa

Fenomena alam yang disebut dalam Kitab kitab kuning

yang sering kita dengar dari pengajian

terlihat dan terasakan juga pada malam ini

Malam yang syahdu dan tenang

Angin terasa tak berembus, namun udara tetap sejuk

Langit pun terang bersinar keperakan

Tak terdengar suara satwa satu pun

Namun aku tak peduli, biarlah itu jadi Rahasia Mu

Aku tak merasa mendapatkan nya malam ini

Aku hanya sekedar memohon dan berdoa

Ampunilah daku Wahai Yang Maha Pengampun

Wahai yang suka memberi ampun

Seiring doa dan harapan sampaikan daku untuk

bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan MU dan Ramadhan ku

Tahun depan, dengan ridho dan Rahman Rahim MU. Amien

Wologito Semarang 29 Agustus 2011 bertepatan dengan likur 9 Ramadhan 1432 H

MS Kosim

Share

Menyambut 1 Syawal 1432 H

Menyambut     1 Syawal 1432 H

Masalah lama bakal muncul kembali di bumi tercinta ini  yaitu Penetapan 1 Syawal 1432  H. oleh Pemerintah baru akan diumumkan setelah Sidang Isbath, sedangkan Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada Hari Selasa 30 Agustus 2011. Pemerintah baru akan menggelar sidang itsbat penetapan 1 Syawal 1432 H Senin, 29 Agustus 2011.Sidang ini akan mengumpulkan berbagai Nara Sumber yang reoresentatip semua golongan, pihak dan kepakaran untuk membahas hasil rukyat ( melihat hilal ) pada sore hari sebelum nya  . Sidang itsbat melibatkan sejumlah pakar hisab rukyat dan instansi yang tergabung dalam Badan Hisab Rukyat (BHR). Meliputi , Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional  Sehingga masalah ini berpotensial untuk terjadi nya dua hari yang berbeda dalam melaksanakan Iedul Fitri . Meskipun keputusan ini tidak mmengikat atau memaksa kepada masyarakat,. Pemerintah hanya menghimbau atau mengharapkan agar masyarakat tidak perlu bingung dan dapat bersikap arif karena  bagi sebagian masyarakat akan menjadi bingung dan gamang dalam menyikapi nya.

Kenapa masalah ini bisa terjadi ? Hal ini bukanlah hal yang baru tetapi hal lama yang belum dapat diselesaikan secara komprehensif dan integral. Sebetulnya hal ini tidak masalah karena dua pihak yang berbeda pendapat ini berbeda dalam menginterpretasi dan mengaplikasi kan sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya kurang lebih : Berpuasalah kalian dengan melihat bulan (hilal) dan berbukalah ( Ied) dengan melihat bulan  juga “. Secara garis besar dapat dikelompokkan dua pemahaman. Kelompok I yang disebut Ahli Rukyah : kelompok ini berpendapat bahwa penetapan  1 Syawal harus berdasarkan melihat bulan (hilal) dengan mata kepala.. Kalau ada seseorang yang dapat melihat baik dengan mata telanjang atau dengan alat teropong dan alat lain yang canggih dan orang tersebut mau dan berani bersaksi maka ditetapkanlah 1 Syawal tersebut. Kelompok II mempunyai pemahaman bahwa  “  melihat “ itu dapat dengan mata atau dengan perhitungan ilmu astronomi atau perbintangan. Mereka beranggapan bahwa fenomena alam ada yang bisa terukur dengan “ tool “  atau alat lain. Dua sisi pemandangan yang berbeda dan dua dua nya syah, karena ini tidak menyangkut masalah pokok akidah……

Upaya menyatukan pendapat ini sudah tentu ada, tetapi rupanya agak sulit bila masing masing bertahan pada pendirian nya yang sudah jelas berbeda. Perbedaan yang jelas adalah menentukan criteria atau “ definisi operasional : hilal itu sendiri. . Ahli rukyat menentukan dengan visibilitas (imkan rukyat) atau wujud fisik nya sedangkan Ahli Hisab dengan memakai kriteria kalau hilal sudah di atas 2 derajat diatas ufuk sudah masuk 1 Syawal

Bagaimana cara menyatukan nya ??? yang jelas harus ada kesepakatan antara 2 kelompok tentang kriteria hilal tersebut, karena perbedaan itu tidak mustahil akan terjadi di setiap saat.  Misalnya untuk penetapan 11 Syawal 1432 H mungkin akan  mengalami perbedaan. Ahli RHisab yang menggunakan kriteria wujudul hilal dipastikan Idulfitri jatuh pada 30 Agustus 2011., sedangkan Ahli Rukyat yang menggunakan kriteria visibilitas hilal (imkan rukyat), besar kemungkinan berhari raya pada 31 Agustus 2011. Sebab, ketinggian bulan pada 29 Agustus kurang dari dua derajat sehingga tak memungkinkan hilal terlihat dengan mata telanjang. Sementara, batas bulan menurut kriteria tersebut mesti berada dua derajat. di atas ufuk. .

Syarat untuk menyatukan ini adalah “mathla’ “ atau batas wilayah, Otoritas tunggal (Pemerintah ) dan  kriteria atau definisi operasional itu sendiri. Saat ini Indonesia sudah memiliki 2 kriteria yaitu batas wilayah dan Otoritas tapi belum sepakat kriteria ke 3 yaitu definisi operasional hilal.

Lantas bagaimana sikap kita menghadapi masalah ini ??.. Selama belum ada kesepakatan maka masih diperlukan kedewasaan dan kelegawaan nntuk menerima perbedaan tersebut, tanpa menyalahkan pihak lain, karena ini menyangkiut masalah kepercayaan dan kemantapan pemahaman..

Semarang 28 Agustus 2011  bertepatan dengan 28 Ramadhan 1432 H

MS Kosim

Share

LIKUR 8 RAMADHAN 1432 H

Terakhir ke kantor minggu ini sebelum libur Lebaran

Kota mulai terasa sumpek, luapan arus mudik

Tiada yang terasa istimewa untuk malam ini

Kalau terjebak tanda fisik Malam Seribu bulan

Seperti nya setiap malam menjanjikan

Karena semua malam sepuluh terakhir ini

Tiada hujan datang turun ke bumi

Sehingga setiap malam terasa hening dan syahdu

Kembalikan semua itu pada  Mu

Kulakukan ini semua bukan atas dasar gejala malam

Kulakukan ini bersama belahan hati

Semata karena Nabi Mu yang memberi suri tauladan

Tak henti bibir  dan hati ini berucap meminta  ampun

serta panjatkan doa dan harapan

Selalu tafakkur, introspeksi, namun yakin

Bahwa ini tak kan sebanding dengan Kuasa Mu

Rahman Rahim   dan Ghoffar  Mu

Malam ini begitu syahdu

Semoga ada juga Malaikat Mu yang mendengar pinta ku

Semarang Likur 8 Ramadhan 1432 H bertepatan dengan

27 Agustus 2011

MS Kosim

Share

LIKUR 7 RAMADHAN 1432 H

Subhanallah

Malam yang  indah…… Bulan bersinar keperakan

Langit jernih  tanpa bintang

Angin seolah berhenti berhembus

Satwa pun  tiada bersuara…….

Hawa yang sejuk tanpa semilir angin

Namun tak berani kubilang : Ini pasti Malam  Qadr

Malam Seribu Bulan

Biar ini menjadi rahasia Mu

Biar manusia berlomba lomba mencari malam itu

dengan berbuat kebajikan, menegakkan malam,

membaca dengan tartil Kalimah Mu

Alhamdulillah kami lalui malam ini

Kulengkapi tadarrus dan tilawah sampai paripurna

Kugapai rumah Mu yang dekat rumah  kami

Bersama belahan jiwa ku

Ya Allah yang Maha Pengampun , Suka memberi ampun,

Ampunilah kami

Kami mohon ridho dan Surga Mu

Mohon jauhkan kami dari Siksa dan neraka Mu. Amien

Semarang 27 Agustus 2011 bertepatan dengan likur 7 Ramadhan 1432 H

Share